Blog Archive
Entri Populer
-
Aku terlahir sebagai anak seorang penggembala. Di tengah ramainya orang-orang yang sibuk mencari pekerjaan yang menjanjikan, namun aku s...
-
Sedikit mengutip tulisan dari media online REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Kata-kata pemuda dalam Alquran diistilahkan dengan fatan, seperti firm...
-
caringin nama kampunku. dulu aku anggap caringin ni sebuah nama kampung yang eksklusif di miliki kampung saya, tapi ternyata pasaran banget....
-
hai sahabat bloger semua.... duwh bangun tidur jadi inget pengen posting ni di blog tapi bingung euy.... hehehe maksudnya bingung mau postin...
-
Salah satu kegiatan atau kebutahan manusia yang paling tidak bisa di pisahkan di antaranya adalah ekonomi. Karana kegiatan ekonomi adala...
-
Sejarah merupakan suatu cerita atau deskripsi kehidupan masa lampau atau yang telah lalu. Yang di dapat dari hasil penelusuran Berdasark...
-
Hai sobat., sudah lama aku ngga’ posting ni, so sibuk dengan urusan pribadi, teman dan keluarga, tapi kayanya Cuma alasan doank. Mungkin y...
Sabtu, 28 Januari 2012
Pemuda yang Ideal 2012

Sedikit mengutip tulisan dari media online REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Kata-kata pemuda dalam Alquran diistilahkan dengan fatan, seperti firman Allah SWT pada surah al-Anbiya [21] ayat 60 tentang pemuda Ibrahim. "Mereka berkata, 'Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim'."
Bentuk jamak dari fatan adalah fityah (pemuda-pemuda), seperti kisah pemuda-pemuda Ashabul Kahfi pada surah al-Kahfi [18] ayat 13. "Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya, mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk."
Dalam hadis, pemuda sering diistilahkan dengan kata-kata syaabun. Dalam sebuah hadis riwayat Imam Bukhari, disebutkan bahwa di antara tujuh kelompok yang akan mendapatkan naungan Allah SWT pada hari ketika tak ada naungan, selain naungan-Nya, adalah syaabun nasya'a fii 'ibaadatillaah (pemuda yang tumbuh berkembang dalam pengabdian kepada Allah SWT).
Eksistensi dan peranan pemuda sangat penting. Dalam Alquran ataupun hadis, banyak diungkapkan karakteristik sosok pemuda ideal yang harus dijadikan teladan oleh pemuda yang bercita-cita sebagai orang atau pemimpin sukses. Pertama, memiliki keberanian (syaja'ah) dalam menyatakan yang hak (benar) itu hak (benar) dan yang batil (salah) itu batil (salah). Lalu, siap bertanggung jawab serta menanggung risiko ketika mempertahankan keyakinannya.
Contohnya adalah pemuda Ibrahim yang menghancurkan berhala-berhala kecil, lalu menggantungkan kapaknya di leher berhala yang paling besar untuk memberikan pelajaran kepada kaumnya bahwa menyembah berhala itu (tuhan selain Allah SWT) sama sekali tidak ada manfaatnya. Kisah keberaniannya dikisahkan dalam surah al-Anbiya [21] ayat 56-70.
Kedua, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi (curiosity) untuk mencari dan menemukan kebenaran atas dasar ilmu pengetahuan dan keyakinan. Artinya, tidak pernah berhenti dari belajar dan menuntut ilmu pengetahuan (QS al-Baqarah [2]: 260). Ketiga, selalu berusaha dan berupaya untuk berkelompok dalam bingkai keyakinan dan kekuatan akidah yang lurus, seperti pemuda-pemuda Ashabul-Kahfi yang dikisahkan Allah SWT pada surah al-Kahfi [18] ayat 13-25. Jadi, berkelompok bukan untuk hura-hura atau sesuatu yang tidak ada manfaatnya.
Keempat, selalu berusaha untuk menjaga akhlak dan kepribadian sehingga tidak terjerumus pada perbuatan asusila. Hal ini seperti kisah Nabi Yusuf dalam surah Yusuf [12] ayat 22-24. Kelima, memiliki etos kerja dan etos usaha yang tinggi serta tidak pernah menyerah pada rintangan dan hambatan. Hal itu dicontohkah pemuda Muhammad yang menjadikan tantangan sebagai peluang hingga ia menjadi pemuda yang bergelar al-amin (tepercaya) dari masyarakatnya.
Bagi saya pribadi pemuda itu justru berperan sebagai motor penggerak masyarakat, karna masa pemuda adalah masa yang ber api-api kata bang roma, itu menandakan karakter atau sifat pemud itu sangat penuh dengan semangat. itulah mengapa dalam setiap peristiwa sejarah atau perubahan pasti terlibat dan di dorong oleh kaum muda. hal seperti itu tentu saja jika pemuda yang mempunyai hal-hal yang di atas. maka jika di sebuah masyarakat terdapat pemuda yang rusak maka masyarakat itupun di pastikan akan rusak.. maka dari situlah kita harus membimbing mengarahkan atau mendidik mental pemuda supaya menjadi sosok pemuda yang ideal untuk membawa kita menjadi lebih baik.
semoga sedikit ulasan mengenai pemuda ini bisa menjadi insfirasi kita menjadi pemuda yang lebih baik dan berguna bagi bangsa dan agama. wallahualam
Bentuk jamak dari fatan adalah fityah (pemuda-pemuda), seperti kisah pemuda-pemuda Ashabul Kahfi pada surah al-Kahfi [18] ayat 13. "Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya, mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk."
Dalam hadis, pemuda sering diistilahkan dengan kata-kata syaabun. Dalam sebuah hadis riwayat Imam Bukhari, disebutkan bahwa di antara tujuh kelompok yang akan mendapatkan naungan Allah SWT pada hari ketika tak ada naungan, selain naungan-Nya, adalah syaabun nasya'a fii 'ibaadatillaah (pemuda yang tumbuh berkembang dalam pengabdian kepada Allah SWT).
Eksistensi dan peranan pemuda sangat penting. Dalam Alquran ataupun hadis, banyak diungkapkan karakteristik sosok pemuda ideal yang harus dijadikan teladan oleh pemuda yang bercita-cita sebagai orang atau pemimpin sukses. Pertama, memiliki keberanian (syaja'ah) dalam menyatakan yang hak (benar) itu hak (benar) dan yang batil (salah) itu batil (salah). Lalu, siap bertanggung jawab serta menanggung risiko ketika mempertahankan keyakinannya.
Contohnya adalah pemuda Ibrahim yang menghancurkan berhala-berhala kecil, lalu menggantungkan kapaknya di leher berhala yang paling besar untuk memberikan pelajaran kepada kaumnya bahwa menyembah berhala itu (tuhan selain Allah SWT) sama sekali tidak ada manfaatnya. Kisah keberaniannya dikisahkan dalam surah al-Anbiya [21] ayat 56-70.
Kedua, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi (curiosity) untuk mencari dan menemukan kebenaran atas dasar ilmu pengetahuan dan keyakinan. Artinya, tidak pernah berhenti dari belajar dan menuntut ilmu pengetahuan (QS al-Baqarah [2]: 260). Ketiga, selalu berusaha dan berupaya untuk berkelompok dalam bingkai keyakinan dan kekuatan akidah yang lurus, seperti pemuda-pemuda Ashabul-Kahfi yang dikisahkan Allah SWT pada surah al-Kahfi [18] ayat 13-25. Jadi, berkelompok bukan untuk hura-hura atau sesuatu yang tidak ada manfaatnya.
Keempat, selalu berusaha untuk menjaga akhlak dan kepribadian sehingga tidak terjerumus pada perbuatan asusila. Hal ini seperti kisah Nabi Yusuf dalam surah Yusuf [12] ayat 22-24. Kelima, memiliki etos kerja dan etos usaha yang tinggi serta tidak pernah menyerah pada rintangan dan hambatan. Hal itu dicontohkah pemuda Muhammad yang menjadikan tantangan sebagai peluang hingga ia menjadi pemuda yang bergelar al-amin (tepercaya) dari masyarakatnya.
Bagi saya pribadi pemuda itu justru berperan sebagai motor penggerak masyarakat, karna masa pemuda adalah masa yang ber api-api kata bang roma, itu menandakan karakter atau sifat pemud itu sangat penuh dengan semangat. itulah mengapa dalam setiap peristiwa sejarah atau perubahan pasti terlibat dan di dorong oleh kaum muda. hal seperti itu tentu saja jika pemuda yang mempunyai hal-hal yang di atas. maka jika di sebuah masyarakat terdapat pemuda yang rusak maka masyarakat itupun di pastikan akan rusak.. maka dari situlah kita harus membimbing mengarahkan atau mendidik mental pemuda supaya menjadi sosok pemuda yang ideal untuk membawa kita menjadi lebih baik.
semoga sedikit ulasan mengenai pemuda ini bisa menjadi insfirasi kita menjadi pemuda yang lebih baik dan berguna bagi bangsa dan agama. wallahualam
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
About Me
- wawan kuswana
- ciamis, jawa barat, Indonesia
- pundamental dalam agama liberal dalam berfikir. kesendirian adalah warna dalam jiwaku dan emosi kebencian adalah motivasi dan semangat untuk maju. konflik adalah sarana untuku lebih maju dan merancang dunia

0 komentar:
Posting Komentar